• UGM
  • FIB
  • SIMASTER
  • eLOK
  • PERPUSTAKAAN
  • UGMail
  • IT Center
  • Instagram
Universitas Gadjah Mada BAHASA DAN SASTRA PRANCIS
FAKULTAS ILMU BUDAYA
UNIVERSITAS GADJAH MADA
  • Beranda
  • Profil
    • Pengurus Prodi
    • Staf Pengajar
    • Strategi Pencapaian
    • Tujuan
    • Visi dan Misi
  • Akademik
    • Capaian Pembelajaran
    • Deskripsi Mata Kuliah
    • Filosofi Pendidikan
    • Peta Kurikulum
    • Sebaran Mata Kuliah
  • Kemahasiswaan
    • Magang
    • Praktisi Mengajar
    • Himpunan
      • Departemen
      • Dokumentasi
      • Program Kerja
      • Visi dan Misi
  • Kontak
  • Beranda
  • Kegiatan Program Studi
  • Program MBKM – Pengalaman Pertama Jurnalisme Investigasi

Program MBKM – Pengalaman Pertama Jurnalisme Investigasi

  • Kegiatan Program Studi, Magang, Rilis Berita
  • 27 August 2025, 08.36
  • Oleh: sastraroman
  • 0

Selama kurang lebih tiga bulan menjalani magang di TvOne Biro Yogyakarta, saya mendapat banyak pelajaran tentang dunia jurnalistik. Sebagian besar aktivitas saya sehari-hari berkaitan dengan liputan-liputan rutin seperti membantu siaran langsung, mengumpulkan berita, dan membuat konten siaran lainnya. Namun, ada satu pengalaman yang cukup membekas di ingatan saya yaitu pengalaman singkat saya terlibat dalam liputan jurnalisme investigasi.

Kasus yang kami tangani saat itu cukup menyita perhatian publik, yaitu seorang perempuan menjadi korban pembunuhan oleh pacarnya sendiri yang mana jasadnya dibiarkan begitu saja membusuk berbulan-bulan di dalam kamar kos-kosan yang selanjutnya dilakukan mutilasi hingga menyisakan hanya tulang-belulang milik korban sebelum akhirnya ditemukan. Liputan ini menjadi pengalaman pertama tentang bagaimana berita jurnalisme investigasi diproduksi.

Saya ditugaskan membantu dua kru TvOne yaitu Mas Arga sebagai pendamping magang saya sekaligus reporter dan Mas Wahid sebagai kameramen. Salah satu momen yang paling berkesan adalah ketika kami mencoba mewawancarai keluarga korban. Saat itu kamu mencoba mewawancarai sang ayah dari korban. Kami sempat melakukan pendekatan dengan cara berbicara dengan baik-baik dan menunjukkan niat baik kami. Awalnya ayah korban sempat berpikir untuk menerima wawancara, namun suasana berubah tegang karena ibu korban menolak dengan tegas untuk memberikan keterangan. Situasi itu membuat saya sadar bahwa seorang jurnalis harus memiliki kepekaan emosional, bukan hanya pemikiran yang kritis. Ada kalanya menghormati luka seseorang jauh lebih penting daripada mengejar pernyataan untuk berita.

Pada hari yang sama setelah kami mendapatkan penolakan dari pihak keluarga, kami juga menelusuri jejak lain, yaitu mencari makam korban hingga akhirnya sampai ke area pemakaman. Kami bertanya kepada warga sekitar yang sedang berada di pemakaman tentang lokasi pemakaman korban dan akhirnya kami dibantu oleh penjaga makam. Begitu kami sampai di makam korban, kami diajak untuk berdoa bersama untuk turut mendoakan korban. Momen itu cukup menguras energi, bukan hanya secara fisik, tetapi juga batin. Saya menyadari bahwa di balik setiap berita kriminal, ada duka mendalam yang benar-benar nyata, bukan sekadar narasi kosong di media.

Meski pengalaman jurnalisme investigasi saya masih sangat sedikit, liputan ini menjadi pelajaran yang besar bagi saya. Saya belajar bahwa investigasi membutuhkan kesabaran, empati, dan keberanian untuk tetap berpegang pada apa yang benar-benar terjadi di lapangan. Dari Mas Arga dan Mas Wahid, saya juga belajar bahwa kerja tim sangatlah pentingi agar sebuah berita bisa tersampaikan dengan utuh. Secuil pengalaman itu mengajarkan saya bahwa menjadi jurnalis berarti berdiri di garis antara kebutuhan publik untuk tahu yang sebenarnya terjadi dan kewajiban kita untuk tetap menghargai konsen narasumber

Leave A Comment Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Recent Posts

  • Program MBKM – NEWS GATHERING DAN PENGETAHUAN PETA
    August 27, 2025
  • Program MBKM – Pengalaman Pertama Jurnalisme Investigasi
    August 27, 2025
  • Program MBKM- Menelisik Keindahan Jogja
    August 26, 2025
  • Program MBKM – Pemasangan Koleksi Nalareksa dalam Ruang Pamer Museum UGM
    August 19, 2025
  • Program MBKM – Semaine de la Francophonie, Komitmen IFI Yogyakarta Memperkuat Promosi Budaya Prancis dan Frankofon di Indonesia
    August 19, 2025
Universitas Gadjah Mada

Bahasa dan Sastra Prancis
Fakultas Ilmu Budaya
Universitas Gadjah Mada
Jl. Nusantara 1, Bulaksumur Yogyakarta 55281, Indonesia
   sastraroman@ugm.ac.id
   +62 (274) 513096
   +62 (274) 550451

© 2025 - Program Studi Bahasa dan Sastra Prancis FIB UGM

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju