Pada tanggal 29 April 2025, telah dilakukan pemasangan koleksi Nalareksa di ruang pamer oleh kurator tetap Museum UGM, Mas Lanang. Nalareksa merupakan alat pemantau kualitas udara yang diciptakan oleh Prof. Hardjoso Prodjopangarso pada tahun 1992. Alat ini dirancang untuk mengukur kadar karbon dioksida (CO₂) dan oksigen (O₂) dalam suatu ruangan, serta memberikan representasi visual tingkat kenyamanan udara melalui grafik. Struktur fisiknya terdiri atas tabung berisi air, selang penghubung berwarna putih, dan alat pemantau utama. Pemasangan koleksi ini menjadi bagian dari upaya kuratorial untuk menampilkan warisan teknologi dan keilmuan Indonesia dalam konteks perubahan lingkungan.
Sebelum dipasang, Nalareksa menjalani proses konservasi yang dilakukan oleh dua konservator Museum UGM, yaitu Amanda dan Salma. Mengingat koleksi ini sebagian besar berbahan dasar besi, fokus utama konservasi adalah pada penanganan korosi aktif yang berpotensi merusak integritas material. Prosedur konservasi meliputi pembersihan mekanis untuk menghilangkan karat dan endapan pada permukaan logam menggunakan alat manual, dilanjutkan dengan mengecat ulang bagian besi yang sudah mulai memudar. Setelah itu, dilakukan penggantian pada kertas pencatatan kualitas udara agar koleksi tetap nampak indah ketika dipamerkan dalam ruang pamer.
Dalam kegiatan ini, penulis turut berperan sebagai asisten konservasi serta pendokumentasi selama proses pemasangan berlangsung. Dokumentasi dilakukan untuk merekam tahapan kuratorial dan juga sebagai arsip visual yang memperkuat narasi pelestarian koleksi. Pemasangan koleksi Nalareksa tidak hanya memperkaya konten edukatif museum, tetapi juga menjadi contoh penerapan praktik konservasi dan kurasi dalam menjaga nilai penting dalam suatu objek.