Surakarta, 1 Juni 2025 – Museum Radya Pustaka memiliki acara rutin bulanan yang diselenggarakan setiap tanggal 28, yaitu Wilujengan Wuku. Acara ini biasanya dibarengi dengan acara bedah Serat Centhini. Namun, sejak bulan Ramadan hingga Mei lalu, acara tersebut belum dilaksanakan kembali. Pada bulan Mei, Wilujengan Wuku diadakan di Taman Balekambang Surakarta, bertepatan dengan penyelenggaraan pameran museum keliling Abhinawa. Pemindahan lokasi tersebut dimaksudkan untuk memperkenalkan acara wilujengan wuku kepada masyarakat dan ajang promosi.
Wilujengan Wuku merupakan acara doa bersama yang ditujukan untuk memohon keselamatan, menolak bala, dan mengungkapkan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Acara ini dilaksanakan berdasarkan wuku pada tanggal 28 di bulan tersebut. Wuku sendiri adalah horoskop Jawa yang menggunakan hitung-hitungan kalender Jawa dari minggu ke minggu. Jadi, setiap tujuh hari wuku akan berganti. Terdapat 30 wuku, yakni Wuku Sinta, Wuku Landep, Wuku Ukir, Wuku Kulantir, Wuku Tolu, Wuku Gumbreg, Wuku Wariga/Warigalit, Wuku Warigadian/Warigagung, Wuku Julungwangi, Wuku Sungsang, Wuku Galungan/Dungulan, Wuku Kuningan, Wuku Langkir, Wuku Medangsia, Wuku Pujut/Julung Pujut, Wuku Pahang, Wuku Krulut, Wuku Merakih, Wuku Tambir, Wuku Medangkungan, Wuku Maktal, Wuku Uye, Wuku Menail, Wuku Prangbakat, Wuku Bala, Wuku Ugu, Wuku Wayang, Wuku Kulawu, Wuku Dukut, dan Wuku Watu Gunung. Setiap wuku memiliki karakteristik tersendiri, sehingga isi sedekah yang dipersembahkan dalam Wilujengan pun akan berbeda sesuai wuku pada hari tersebut.
Acara ini dimulai pada pukul 15.30 hingga 16.30 WIB. Sebelum itu, museum akan ditutup lebih awal dengan kunjungan terakhir diterima pada pukul 15.00. Acara ini terbuka untuk umum, tetapi lebih diutamakan bagi individu yang memiliki wuku sama di hari itu. Pada 28 Mei, wukunya adalah wuku Pahang. Masyarakat yang memiliki wuku Pahang dapat mengikuti acara ini dan dapat memperoleh sertifikat partisipasi dengan syarat melakukan pendaftaran terlebih dahulu karena kuota sertifikat dibatasi hanya untuk dua orang.
Jenis sedekah yang dipersembahkan dalam acara bergantung pada wuku pada hari itu. Saat Wilujengan Wuku Pahang, sedekah yang dipersiapkan meliputi nasi uduk, sebelas macam sayuran, ayam kampung ungkep, jajanan pasar, serta uang sejumlah Rp11.000. Di samping itu, terdapat pula sedekah yang tidak terikat pada jenis wuku, antara tumpeng kecil, bawang merah, cabe merah keriting, ayam telur kampung, keluak, kemiri, dan bunga setaman. Doa dalam acara ini dipimpin oleh Bapak Totok dan Mbah Hadi. Setelah prosesi doa selesai, seluruh sedekah dibagikan dan dinikmati bersama oleh para peserta.