• UGM
  • FIB
  • SIMASTER
  • eLOK
  • PERPUSTAKAAN
  • UGMail
  • IT Center
  • Instagram
Universitas Gadjah Mada BAHASA DAN SASTRA PRANCIS
FAKULTAS ILMU BUDAYA
UNIVERSITAS GADJAH MADA
  • Beranda
  • Profil
    • Pengurus Prodi
    • Staf Pengajar
    • Strategi Pencapaian
    • Tujuan
    • Visi dan Misi
  • Akademik
    • Capaian Pembelajaran
    • Deskripsi Mata Kuliah
    • Filosofi Pendidikan
    • Peta Kurikulum
    • Sebaran Mata Kuliah
  • Kemahasiswaan
    • Magang
    • Praktisi Mengajar
    • Himpunan
      • Departemen
      • Dokumentasi
      • Program Kerja
      • Visi dan Misi
  • Kontak
  • Beranda
  • Kegiatan Program Studi
  • WILUJENGAN WUKU: SEBUAH UPAYA PELESTARIAN DAN PENGENALAN BUDAYA NUSANTARA

WILUJENGAN WUKU: SEBUAH UPAYA PELESTARIAN DAN PENGENALAN BUDAYA NUSANTARA

  • Kegiatan Program Studi, Magang, Rilis Berita
  • 6 August 2025, 10.30
  • Oleh: sastraroman
  • 0

Setiap tanggal 28 di setiap bulan dilaksanakan kegiatan wilujengan wuku di Museumb Radya Pustaka Surakarta. Prosesi ini merupakan salah satu bentuk ritual budaya yang bertujuan untuk memuliakan serta menjaga harmoni dalam sistem penanggalan Jawa, khususnya dalam siklus pawukon. Prosesi ini dilaksanakan sebagai perwujudan rasa syukur atas berputarnya waktu dalam 30 wuku yang menjadi dasar kalender tradisional Jawa. Diadakan di selasar museum, acara ini terbuka untuk umum, diawali dengan penyajian sesaji yang terdiri dari aneka kembang, tumpeng, jajanan pasar, dan air suci yang melambangkan elemen kosmologis Jawa, atau biasanya menyesuaikan dengan ciri khas maupun hal atau benda yang identik dengan wuku, kemudian diiringi dengan doa-doa dalam bahasa Jawa sebagai bentuk permohonan keselamatan dan kelestarian nilai-nilai budaya.

Ritual ini tak sekadar menjadi seremoni simbolik, tetapi juga menjadi medium edukatif yang memperkenalkan nilai-nilai tradisional kepada masyarakat luas, khususnya generasi muda dan pengunjung museum. Prosesi wilujengan wuku di Radya Pustaka tidak berdiri sendiri, melainkan terintegrasi dengan narasi edukasi tentang kalender Jawa, sistem penanggalan pawukon, dan makna filosofis dari masing-masing wuku. Selama prosesi berlangsung, pemandu museum juga menjelaskan fungsi spiritual dan sosial dari tiap elemen dalam upacara, sehingga menciptakan pengalaman yang tak hanya sakral namun juga informatif bagi wisatawan, baik lokal maupun mancanegara.

Dalam konteks pelestarian budaya, kegiatan ini menjadi langkah nyata museum sebagai institusi kebudayaan yang tak hanya menyimpan artefak sejarah, tetapi juga menghidupkan kembali praktik-praktik tradisi yang mulai terpinggirkan. Prosesi wilujengan wuku memperlihatkan bagaimana museum dapat berfungsi sebagai ruang dialektika antara masa lalu dan masa kini—sebuah ruang yang tak hanya statis tetapi juga dinamis dalam merawat dan mengkomunikasikan warisan budaya. Bagi penulis selaku peserta magang, keterlibatan langsung dalam kegiatan ini menjadi pengalaman berharga dalam memahami praktik budaya Jawa secara lebih holistik dan kontekstual.

Leave A Comment Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Recent Posts

  • Studi Banding KKL UNJ di UGM: Perkuat Wawasan dan Kolaborasi Mahasiswa Bahasa Prancis
    April 29, 2026
  • Pekan Francophonie di IFIYogyakarta Memeriahkan Budaya Francophone dengan Beragam Kegiatan
    April 27, 2026
  • HMSP – Café Littéraire Diskusi Puisi Sapardi Djoko Damono
    April 23, 2026
  • HMSP – Francinema Ruang Eskpresi dan Apresiasi Sastra.
    April 17, 2026
  • Summer Course on Translation-Interpretation in Global Relations & Creative Writing Workshop
    April 16, 2026
Universitas Gadjah Mada

Bahasa dan Sastra Prancis, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada
Jl. Nusantara 1, Bulaksumur Yogyakarta 55281, Indonesia
   sastraroman@ugm.ac.id
   +62 (274) 513096
   +62 (274) 550451

© 2025 - Program Studi Bahasa dan Sastra Prancis FIB UGM

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY